Menjelang kemerdekaan Indonesia 81 Tahun di mana seluruh masyarakat Indonesia bersuka ria mengibarkan bendera merah putih dan menyambut bulan kemerdekaan Indonesia ini dengan meriah tapi ini harus juga menjadi refleksi untuk kita semua , kata mattew kader GMKI Jakarta saat di wawancarai media.
Namun apa yang masyarakat Indonesia rasakan saat ini? Sebagian masyarakat Indonesia masih hidup seperti di negara yang belum merdeka. Mengapa demikian? Kita tahu sebagian besar masyarakat Indonesia belum mengenyam pendidikan tinggi karena berbagai faktor, masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan, terjadinya kesenjangan dan kecemburuan sosial yang mengakibatkan ketidak seimbangan pola kehidupan masyarakat Indonesia, serta mereka belum bisa hidup damai karena percekcokan masalah politik yang menimbulkan kegaduhan dan perubahan dan perbedaan persepsi yang di miliki. Lalu muncul pertanyaan besar di mana letak kemerdekaan Indonesia? Padahal telah diamanahkan dalam pembukaan UUD 1945.
Ironi semakin tajam ketika kita membaca berita tentang seorang yang meninggal karena kelaparan dan Konflik agraria dan eksploitasi lingkungan secara masif (ecocide) juga masih marak terjadi di negeri ini, memperlihatkan bahwa kemerdekaan yang kita rayakan belum sepenuhnya membawa kebahagiaan dan kemakmuran yang diharapkan.
Mattew juga menyoroti keserakahan atau nafsu uang telah menjadi racun yang menyebar ke berbagai sektor kehidupan bangsa. Korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) merupakan kanker yang akan menggerogoti suatu negara dan telah menjadi bukti nyata bahwa uang dapat menguasai moral dan etika para pemimpin kita.
Momentum 81 Kemerdekaan Republik Indonesia juga dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen bangsa.
Semangat kemerdekaan diharapkan terus menjadi energi untuk memperkuat persatuan dan mendorong terwujudnya cita-cita bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum. Ini menjadi harapan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, Tutupnya mattew. (RA)
